Tak Berizin Hingga Limbah Rugikan Masyarakat, DPRD Beltim Minta Pemda Tutup Sementara Tambak Udang

- 24 Juni 2024, 15:53 WIB
Rapat Paripurna VI Masa Persidangan II DPRD Kabupaten Belitung Timur, yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD, Senin 24 Juni 2024.
Rapat Paripurna VI Masa Persidangan II DPRD Kabupaten Belitung Timur, yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD, Senin 24 Juni 2024. /jabejabe/Ryo

JABEJABE.CO - Budidaya udang vaname di Kabupaten Belitung Timur yang telah memproduksi ratusan ton ternyata tidak memiliki izin resmi. 

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Belitung Timur, Koko Haryanto, dalam Rapat Paripurna VI Masa Persidangan II DPRD Kabupaten Belitung Timur, yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD, Senin 24 Juni 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Koko menjelaskan hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) DPRD mengenai kegiatan tambak udang vaname di Belitung Timur. 

Dari penelusuran tim Pansus, budidaya udang vaname di Kabupaten Belitung Timur telah dimulai sejak tahun 2021 dengan produksi sebesar 68,70 ton dan meningkat menjadi 118 ton pada tahun 2022.

Baca Juga: Sudah Produksi Ratusan Ton, Ternyata Budidaya Udang Vaname Di Belitung Timur Belum Memiliki Izin

Baca Juga: Pimpin Belitung Timur yang disebut Kota Mati, Segini Harta Kekayaan Burhanudin dan Khairil Anwar

Namun, fakta mengejutkan terungkap bahwa ada pengusaha tambak yang sudah beroperasi meski belum melengkapi syarat perizinan, baik terkait perizinan lokasi, lingkungan, maupun tata ruang. 

Selain itu, para pengusaha tambak udang itu juga tidak memiliki sertifikat pemenuhan khusus seperti Sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), dan Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB).

Selain pelanggaran perizinan, DPRD juga banyak menerima laporan masyarakat terkait limbah, bau tak sedap, banyaknya nyamuk, nelayan yang harus melaut semakin jauh, serta kurangnya keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan tambak sebagai pekerja. 

Halaman:

Editor: Romaryo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini